Untung & Rugi Mencicil Rumah

Senin, April 19, 2010

AssalaamualaIkum wr wb,
Selamat siang, Pak Goz. Suami saya (22 tahun) seorang PNS dengan gaji Rp 5,8 juta per bulan. Saya (22) tidak bekerja, kami tinggal di Yogyakarta. Kami baru menikah lima bulan yang lalu dan sekarang saya sedang hamil lima minggu, insya Allah HPL-nya April 2010.

Sebelum tahu saya hamil, kami berniat ambil KPR dengan angsuran kira-kira 1,5 juta per bulan selama 10 tahun. Setelah mengetahui saya hamil, kami masih menimbang-nimbang untuk mengambil KPR. Memang saya sendiri belum estimasi biaya selama total selama kehamilan dan pasca melahirkan (bayangan saya pasti banyak sekali).

Pengeluaran untuk kebutuhan kami sendiri total Rp 2 juta per bulan, sisanya untuk ZIS dan nabung. Tabungan saat ini ada sekitar Rp 30 juta (rencana awal, Rp 10 juta untuk DP KPR, sisanya untuk pegangan kami). Bila kami jadi ambil KPR dengan kebutuhan kami yang semakin membengkak selama minimal setahun ke depan (karena insya Allah ada adek bayi), khawatir ekonomi kami akan defisit. Kalaupun tersisa untuk nabung, mungkin akan sangat sedikit sekali (kalau ZIS tentu nggak bisa diutak-atik lagi).

Pertimbangan lain, kemungkinan dua tahun lagi suami saya akan dimutasi, tidak tahu ke mana. Syukur kalau bisa di Yogyakarta lagi. Tapi, kalau ternyata di luar kota, pengeluaran kami akan bertambah untuk urusan biaya rumah kalau jadi ambil KPR (angsuran KPR plus biaya kontrak di rumah baru).

Memang, insya Allah, seiring dengan naiknya posisi suami di kantor, penghasilan juga akan naik (belum tahu pastinya, mungkin sekitar Rp 9-10 juta per bulan). kami sendiri memang ingin punya rumah di Yogyakarta, meski nanti suami dimutasi ke luar kota atau bahkan luar jawa. Kami pikir rumah yang di Yogya bisa dikontrakkan.

Dengan kondisi demikian, pertanyaan saya:
1. Apakah sebaiknya kami ambil KPR, menundanya atau tidak sama sekali? (beberapa teman suami ada yang memutuskan untuk tidak membeli rumah karena bayang-bayang mutasi dalam jangka waktu tertentu)
2. Apa kemungkinan negatif kalau kami jadi mengambil KPR?
3. Apakah secara ekonomi 'aman' dengan mengandalkan ''kan nanti rumahnya dikontrakkan' ' kemudian kami tinggal di luar Yogyakarta?
4. Kalau suami dimutasi di luar Yogyakarta, apakah sebaiknya kami membeli rumah di sana atau mengontrak? Bagaimana pertimbangannya?
Terima kasih banyak, Pak Gozali. saya sangat mengharapkan saran dari Bapak dalam hal ini.
Wassalaamualaikum wr wb,

Dev Arrizaldhi

Jawab:

Waalaikumsalam wr wb
Mbak Dev, senang sekali menerima e-mail dari Mbak. Mudah-mudahan saya bisa memberikan masukan atas persoalan yang sedang dihadapi Mbak dan suami.

Menjadi PNS, apalagi PNS pusat yang punya risiko untuk selalu berpindah tempat kerja, memang perlu strategi tersendiri berkaitan dengan pembelian rumah. Di satu sisi, kita merasa ragu untuk beli rumah karena akan terus berpindah tempat. Tapi di sisi lain, yang namanya rumah itu kan makin lama makin terbatas lahannya, sehingga harganya pun akan selalu naik. Saya sendiri sempat mengalami kekhawatiran yang sama ketika masih berstatus PNS.

Saran saya sih, tetap harus memiliki rumah di kota yang kita pilih sebagai base camp, biasanya sih kota kelahiran atau kota tujuan di masa pensiun. Atau bisa juga membeli rumah di sekitar Jabodetabek karena mudah disewakan atau dijual kembali, dan mendekat ke kantor pusat. Sebab, biasanya karier puncak akan dihabiskan di kantor pusat.

Kalau memang proses pembelian dan KPR sudah berjalan, saya rasa tidak ada salahnya untuk diteruskan saja. Apalagi kabar mengenai mutasi pun belum dapat dipastikan kapan dan ke mana akan dimutasi. Jadi, teruskan saja rencana yang sudah ada.

Kalau yang dikhawatirkan adalah pembayaran KPR plus harus sewa rumah juga di kota yang baru, saya rasa tidak perlu terlalu dirisaukan, karena cicilan KPR dibandingkan dengan gaji Anda masih dalam batas yang cukup aman. Risiko terburuk adalah kesulitan membayar KPR, saya rasa tidak sulit menjual rumah di Yogyakarta. Dan, di kota besar biasanya pembelian rumah dengan KPR masih akan menguntungkan untuk dijual kembali atau over kontrak.

Kalau yang dikhawatirkan adalah menganggurnya aset rumah yang sudah dibeli, hal ini bisa disiasati dengan menyewakan rumah tersebut. Tentunya ketika membeli rumah sekarang, kita sudah merencanakan itu dari awal. Kalau beli rumah untuk diri sendiri, kadang kita tidak terlalu memerhatikan lokasi yang strategis, asal kita merasa nyaman itu sudah cukup.

Tapi, karena kita punya rencana jangka panjang untuk menyewakannya, maka ada baiknya kita pertimbangkan juga faktor keuntungan bagi penyewa. Misalnya, lokasi yang strategis, akses jalan mudah dan masuk mobil, dekat dengan sekolah/masjid atau sarana umum lainnya.

Dengan adanya bisnis agen properti seperti sekarang ini, sudah tidak perlu sulit lagi menyewakan atau menjual rumah, semua bisa diwakilkan kepada agen properti. Sehingga kalaupun sudah tidak tinggal di Yogyakarta lagi, rumah tersebut bisa dengan mudah disewakan atau dijual tanpa harus repot pulang pergi ke Yogyakarta.

Lalu bagaimana kalau memang dimutasi ke kota lain, apa perlu beli rumah juga atau sewa saja? Kalau memang punya rencana untuk investasi dalam bentuk properti, tidak ada salahnya untuk beli rumah di kota yang baru nanti. Tapi dengan syarat, kota tersebut memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik (harganya bisa naik tinggi), atau memang kota yang sudah ramai (mudah disewakan). Dan, pastikan juga di kota tersebut ada yang bisa mewakili kita, entah itu perusahaan agen properti atau mungkin saudara. Kalau tidak ada yang mewakili, saya kurang sarankan dan sebaiknya sewa saja.

Demikian yang dapat saya sarankan, jangan sungkan menghubungi kembali untuk berdiskusi lebih lanjut. Salam hangat untuk suami.

Wassalam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
dikutip dari Republika 06 September 2009

bisnis sederhana



Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email

Artikel Terkait



4 Komentar:

Ferdinand mengatakan...

Setuju tuh sama sarannya.....percuma klo nanti sampe Kredit cuma yg punya dimutasi kerja ke tempat lain .....

CARI UANG DI INTERNET mengatakan...

Bagus sarannya bos,buat inspirasi kita-kita ,semoga bermanfaat bagi banyak orang...Sukses selalu..SIP DEH BRO

Fenomena Alam mengatakan...

yup..perlu dipikir matang2 untuk mengambil keputusan..makasih sob..

admin mengatakan...

setuju sama sarannya bos
www.peluangproperti.com

Posting Komentar

 
 
 

Arsip Blog

About Me

Foto Saya
Loecky Febriansyah
Lihat profil lengkapku

Celotehan Awal

Blog ini berisi catatan-catatan saya selaku manusia biasa yang melihat alam sekitar, tingkah laku manusia, semua hal-hal yang lagi trend di jaman saya.

Kalau anak cucu saya melihat ini, sungguh akan menjadi suatu pengalaman yang unik: "ini terjadi di jaman saya, di jaman kamu bagaimana..apa masih sama?"

Konten lama/ old school dari blog ini kebanyakan berisi tips-tips keuangan yang dulu pernah saya kumpulkan, semoga masih relevan di jaman pembaca sekarang ini.

Maafkan jika Blog saya sifatnya satu arah, karena saya lumayan sibuk :), mudah2an kalo ada waktu akan saya balas komen yang ada satu per satu. Jika ada posting yang kurang berkenan mohon dimaafkan ya