Bulan Juli yang baru saja berlalu merupakan bulan dimulainya tahun ajaran baru. Selalu bisa ditebak bahwa setiap kali awal tahun ajaran baru, semua orang sepertinya bicara tentang pentingnya pendidikan. Dan kalau Anda perhatikan, hal ini biasanya menular kepada semangat bersekolah dari anak itu sendiri. Coba perhatikan betapa bersemangatnya anak-anak Anda ketika mereka masuk sekolah kemarin.
Wajar saja, kalau Anda sebagai orang tua menunjukkan semangat tentang pentingnya pendidikan, ditambah lagi lingkungan di sekitar Anda juga menunjukkan semangat yang sama, maka pastilah semangat tersebut juga akan tertular ke anak Anda sehingga wajar bila anak-anak sekolah sangat bersemangat masuk sekolah pada hari-hari pertama tahun ajaran baru kemarin.
Tetapi sayangnya, dari pengalaman saya selama ini, saya banyak menemukan orang tua yang walaupun sadar bahwa pendidikan itu sangat penting tetapi tidak begitu mempedulikan persiapan dana pendidikan itu sendiri. Sebagai contoh, banyak cerita tentang beberapa orang tua yang meminjam uang kesana-kemari pada saat datangnya tahun ajaran baru. Selain itu, Kantor Pegadaian juga penuh karena banyak orang yang menggadaikan barang-barangnya untuk membayar uang sekolah anak.
Kenapa sih orangtua kadang tidak siap dari segi dana ketika tiba waktunya si anak masuk sekolah? Jawabannya, mungkin karena orangtua tidak menganggap bahwa dana pendidikan itu penting untuk dipersiapkan sejak sekarang. Lho, apakah memang penting menyiapkan dana pendidikan untuk anak? Jawabannya saya tulis besar-besar di sini: PENTING.
Ada empat alasan kenapa dana pendidikan penting untuk dipersiapkan, bahkan kalau bisa sejak sekarang:
1. Mahalnya Biaya Pendidikan Pada Saat Ini
Biaya Pendidikan pada saat ini sudah cukup tinggi. Sebuah universitas swasta terkenal di Jakarta ada yang meminta uang kuliah sebesar sekitar Rp 60 - 70 juta bagi mereka yang masuk kuliah tahun 2002 ini selama 5 tahun sampai lulus nanti. Bagi banyak orang, biaya pendidikan setinggi itu sudah tentu terasa mencekik leher.
2. Naiknya Biaya Pendidikan dari Tahun ke Tahun
Sudah biaya pendidikan di rasa mahal, jumlah tersebut biasanya akan terus naik dari tahun ke tahun. Dengan asumsi kenaikan sebesar 10 persen per tahun, maka dalam 17 tahun mendatang, bukan tidak mungkin Biaya Kuliah selama 5 tahun di S1 bisa mencapai sekitar Rp 300 juta.
3. Ekonomi Tidak Selalu Baik
Orang tua bisa saja menganggap bahwa penghasilannya sekarang aman-aman saja mengingat baiknya keadaan ekonomi sekarang ini. Sehingga mereka yakin bila si anak masuk sekolah nanti, dananya pasti tersedia. Tetapi, bila keadaan ekonomi menurun, bukan tidak mungkin penghasilan orang tua menjadi berkurang atau malah berhenti sehingga bisa saja dana pendidikan untuk si anak tidak akan siap bila dibutuhkan.
4. Fisik Manusia Tidak Selalu Sehat
Jangan anggap bahwa fisik manusia akan selalu sehat untuk bisa terus bekerja dan mendapatkan penghasilan. Bila Anda tidak menabung dan mempersiapkan dana pendidikan anak dari sekarang, maka bila suatu saat kelak fisik Anda tidak memungkinkan untuk Anda bisa terus bekerja, jangan harap dana pendidikan untuk anak Anda bisa tersedia.
Selain keempat alasan di atas, sebetulnya ada satu alasan lagi yang membuat kenapa dana pendidikan penting sekali untuk dipersiapkan sejak sekarang, yaitu: "Karena jadwal pendidikan anak Anda tidak mungkin dimundurkan atau ditunda." Jadwalnya sudah pasti. Contohnya, kalau anak Anda sudah waktunya masuk SD tetapi Anda tidak punya dana yang cukup untuk membayar uang pangkal-nya, masak Anda mau memundurkan jadwal anak Anda masuk SD ke tahun berikutnya hanya supaya Anda bisa membayar biaya uang pangkal-nya secara penuh? Tidak, kan? Jadi, persiapkan dana pendidikan anak Anda sejak sekarang. Jangan tunda lagi. Tentang bagaimana cara menghitung dana pendidikan, akan saya jelaskan dalam kesempatan mendatang.
oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 753/XIV
Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, formula bisnis, SMUO, formula bisnis SMUO, review formula bisnis, sistem mesin uang otomatis, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email
Fans Berat
Yang Lagi HOT
- Utang Bagi Para Profesional
- Tujuh Kebiasaan untuk Meningkatkan Daya Ingat
- Berbisnis Bersama NegeriAds dot Com
- Untung & Rugi Mencicil Rumah
- Tips Dapat Jutaan Pengunjung & Backlink
- Bingung Mengatur Proporsi Keuangan
- Mencari Income Tambahan
- 10 Cara Sederhana Menyegarkan Pikiran
- Membangun Komunikasi Keuangan Suami Istri
- Bisnis Pakaian Dalam
Kategori
- asuransi (14)
- bisnis internet (12)
- handphone (1)
- hot (3)
- investasi (42)
- keuangan (63)
- lalu lintas (1)
- menabung (15)
- motivasi (4)
- peluang (15)
- peraturan (2)
- perubahan (5)
- renungan (11)
- tips (3)
- trending topics (7)
Persiapan Dana Pendidikan, Memang Penting?
Diposting oleh Unknown pada Senin, Agustus 02, 2010 0 Komentar
Kiat Mengantisipasi Risiko
Risiko adalah segala hal yang bisa terjadi pada diri manusia yang tidak diinginkan untuk terjadi. Setiap manusia memiliki risiko atas apa pun yang dia lakukan. Selain itu, hidup manusia sendiri juga mengandung banyak risiko.
Ada beberapa risiko yang bisa dihindari, dan ada beberapa risiko yang tidak bisa dihindari. Contoh dari risiko yang bisa dihindari adalah risiko kecelakaan atau risiko kecurian. Sedangkan contoh dari risiko yang tidak bisa dihindari adalah risiko kematian.
Efek dari risiko sering kali menimbulkan kerugian yang cukup besar. Entah kerugian dari sisi psikologis, maupun kerugian dari sisi keuangan. Kalau rumah Anda mengalami musibah kebakaran, maka Anda akan mengalami kerugian keuangan yang besarnya setara dengan nilai rumah Anda pada saat kebakaran itu terjadi. Karena itu, penting sekali bagi Anda untuk mengantisipasi setiap risiko yang mungkin terjadi pada diri Anda.
TAK MESTI ASURANSI
Mendengar kata antisipasi risiko, pikiran Anda mungkin langsung terbawa ke istilah "asuransi". Dalam ilmu perencanaan keuangan, maksud dari asuransi adalah untuk melindungi (memproteksi) Anda dari kerugian keuangan yang mungkin timbul dari terjadinya suatu risiko. Sebagai contoh, Anda mungkin tidak bisa menghindar dari risiko kecelakaan pada diri Anda, tetapi Anda bisa memproteksi diri Anda dari kerugian keuangan yang mungkin timbul dari terjadinya kecelakaan tersebut.
Apakah semua risiko yang bisa terjadi pada Anda perlu diasuransikan? Jawabnya tidak. Sebagai contoh, sepatu yang sering Anda pakai punya kemungkinan untuk hilang dicuri. Tapi apa iya Anda akan mengasuransikan sepatu Anda? Besar kemungkinan tidak. Kenapa? Ini karena apabila sepatu Anda hilang, jumlah kerugian Anda mungkin tidak seberapa.
Lain halnya bila rumah Anda mengalami kebakaran, maka kerugian keuangan yang mungkin timbul bisa besar sekali. Itu sebabnya, Anda perlu mengambil asuransi kebakaran untuk rumah Anda.
Pilihan untuk mengantisipasi risiko-risiko tersebut, disebut dengan Manajemen Risiko. Untuk mudahnya, saya sebut saja ini sebagai antisipasi risiko. Dalam tulisan kali ini, saya akan menunjukkan bagaimana Anda bisa mengantisipasi risiko-risiko yang bisa terjadi pada diri Anda.
BERBAGAI PILIHAN
Kerugian keuangan bisa terjadi bila Anda mengalami kematian, kecelakaan, sakit, atau bila barang milik Anda hilang atau rusak. Kadang-kadang, kerugian keuangan juga bisa terjadi bila Anda mengalami tuntutan hukum dari pihak ketiga, semisal saat Anda menabrak orang lain hingga terluka dan Anda diharuskan untuk mengganti semua biaya pengobatannya.
Sekarang, pilihan-pilihan apa saja yang tersedia bagi Anda untuk mengantisipasi risiko? Kita anggap saja Anda diharuskan oleh bos Anda (atau siapa saja) untuk membawa sebuah paket dengan memakai kendaraan, dari kota A ke kota B. Namun demikian, keadaan jalanan yang ramai membuat Anda terancam mengalami risiko kecelakaan. Karena itu, ada sejumlah pilihan bagi Anda untuk mengantisipasi risiko tersebut:
1. Menghindari Rrisiko. Anda bisa menghindar dari risiko kecelakaan tersebut. Caranya, jangan menyetir. Tetapi konsekuensinya, paket Anda tidak akan terkirim.
2. Menghadapi Risiko. Anda bisa menyetir dan membawa paket tersebut seperti biasa tanpa perlu berhati-hati, dan Anda menerima konsekuensinya apabila risiko kecelakaan tersebut benar terjadi.
3. Mengurangi Risiko. Anda menyetir dan membawa paket tersebut, tetapi berhati-hati dalam menyetir. Dengan demikian, risiko kecelakaan dapat dikurangi.
4. Membagi Risiko. Paket yang harus Anda bawa dibagi dua dengan teman Anda. Dia membawa sebagian paket tersebut dalam kendaraan yang berbeda, begitu juga Anda.
5. Transfer Risiko. Anda minta kepada teman Anda yang membawakan seluruh paket tersebut.
Nah, sekarang kita coba praktekkan teori antisipasi risiko tersebut. Kita misalkan saja Anda ingin membeli rumah, tapi seperti rumah yang lain pada umumnya, rumah yang akan Anda beli memiliki risiko kebakaran. Untuk mengantisipasinya, maka pilihan-pilihan yang tersedia bagi Anda adalah:
1. Mengontrak rumah saja, tidak usah membeli (menghindari risiko).
2. Membeli rumah, dan menghadapi saja risiko tersebut, di mana Anda berharap agar risiko kebakaran tersebut tidak usah terjadi (menghadapi risiko).
3. Menyediakan tabung pemadam kebakaran di rumah Anda (mengurangi risiko).
4. Menyerahkan sebagian kerugian pada pihak lain apabila rumah Anda mengalami kebakaran (bagi risiko).
5. Menyerahkan seluruh kerugian pada pihak lain apabila rumah Anda mengalami kebakaran (transfer risiko).
Pilihan keempat dan kelima diatas itulah yang kita kenal dengan asuransi. Artinya, asuransi bisa menjadi pihak yang Anda serahi kerugian apabila Anda mengalami suatu risiko.
MENGAMBIL KEPUTUSAN
Setelah Anda mengetahui pilihan-pilihan apa saja yang tersedia bagi Anda untuk mengantisipasi risiko, maka langkah Anda selanjutnya adalah dengan menulis risiko-risiko apa saja yang mungkin terjadi pada Anda, serta pilihan apa yang akan Anda gunakan untuk mengantisipasinya. Di bawah ini adalah langkah-langkahnya:
1. Kenali risiko Anda
2. Evaluasi akibatnya apabila risiko itu terjadi.
3. Ambil keputusan tentang pilihan apa yang akan Anda gunakan untuk mengantisipasi risiko tersebut
Sebagai contoh, risiko yang mungkin terjadi pada diri Anda adalah kematian, kecelakaan, sakit, musibah atas kendaraan, musibah atas mobil, PHK, dan tidak bisa bekerja. Karena itu, langkah-langkahnya adalah:
1. Kenali risiko Anda: Kematian.
2. Evaluasi akibatnya: Biaya hidup keluarga yang Anda tinggalkan tidak akan terbayar.
3. Ambil keputusan:
* Menghindari Risiko: Dalam hal ini tidak mungkin menghindari risiko kematian.
* Menghadapi Risiko: Bisa saja, dengan konsekuensi bahwa biaya hidup keluarga tidak akan terbayar
* Mengurangi Risiko: Risiko kematian tidak bisa dikurangi
* Bagi risiko: Menyerahkan sebagian pembiayaan hidup keluarga Anda pada pihak lain apabila Anda meninggal dunia
* Transfer risiko: Menyerahkan seluruh pembiayaan hidup keluarga Anda pada pihak lain apabila Anda meninggal dunia.
Terserah pada Anda, putusan mana yang hendak diambil.
Setelah Anda mengambil keputusan untuk satu risiko, maka ulangi langkah tersebut untuk risiko yang berikutnya (semisal kecelakaan). Begitu seterusnya. Maka sekarang Anda sudah memiliki program antisipasi risiko untuk keluarga Anda.
oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid Nova No. 639/XIII
Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, formula bisnis, SMUO, formula bisnis SMUO, review formula bisnis, sistem mesin uang otomatis, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email
Diposting oleh Unknown pada Senin, Juni 28, 2010 0 Komentar
Asuransi yang Kita Perlukan
Manusia berencana, namun Tuhan juga yang menentukan. Ungkapan ini sepertinya sudah lazim kita dengar dan mungkin juga sudah ada sejak zaman dahulu kala. Jika kita cermati, ungkapan ini sebetulnya mengandung satu pesan tersembunyi: hidup ini penuh dengan risiko. Apa saja? Banyak sekali, Bapak-Ibu. Dari risiko paling kecil, seperti tepeleset di kamar mandi, sampai risiko kehilangan harta benda, anggota tubuh, bahkan nyawa.
Pertanyaannya sekarang, apakah kita sebaiknya pasrah saja, atau justru melakukan persiapan terbaik untuk berjaga-jaga seandainya risiko itu tiba. Sebagai perencana keuangan, tentu saja saya menyarankan pilihan terakhir. Bukan maksud saya mengajak Anda untuk berpikir pesimis, tapi sebaliknya justru mengajak Anda berpikir jauh ke depan. Ada banyak tujuan di depan sana yang masih ingin Anda capai. Karena itu, dalam mencapai tujuan-tujuan tadi, seyogianya Anda juga mempersiapkan diri menghadapi sejumlah risiko yang mungkin saja terjadi.
Salah satu antisipasi risiko yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengambil sejumlah asuransi. Berikut ini saya akan memberitahukan berbagai risiko yang mungkin terjadi pada Anda, dan asuransi untuk mengantisipasinya.
1. Kematian
Risiko kematian bisa terjadi kapan saja tanpa terduga. Bila yang meninggal adalah sebatang kara, tentu tak terlalu masalah. Repotnya kalau yang meninggal itu masih punya tanggungan anak-anak atau anggota keluarga lain. Bagaimana jadinya nasib mereka? Dari mana mereka bisa makan dan membayar uang sekolah?
Bila Anda saat ini mempunyai orang lain yang hidupnya Anda tanggung, tentunya pengambilan asuransi jiwa patut dipertimbangkan. Bila ada asuransi jiwa, maka orang yang Anda tinggalkan akan mendapatkan sejumlah uang pertanggungan yang bisa dia pakai untuk membiayai hidupnya. Jadi, ada pihak ketiga yang akan "menjaga" orang yang Anda tinggalkan.
Ada banyak perusahaan asuransi yang memberikan layanan ini. Semuanya berusaha memberikan layanan terbaik dengan berbagai bujukan lainnya. Anda tak perlu buru-buru menutup diri atau memilih. Gunakan waktu Anda untuk menyeleksi perusahaan mana yang memberikan tawaran dan pelayanan terbaik.
2. Kecelakaan
Di mana pun Anda berada, risiko kecelakaan pasti akan tetap saja ada. Anda naik pesawat, kereta api, kapal laut, peluang sekecil apa pun selalu ada. Bahkan ada kejadian orang sedang berjalan di lapangan terbuka tiba-tiba kejatuhan pesawat terbang. Pernah pula ada bus nyelonong menabrak rumah dan mencelakai penghuninya yang sedang tidur.
Apa yang terjadi kalau Anda mengalami kecelakaan? Anda biasanya akan dibawa ke rumah sakit. Anda juga akan menginap kalau luka-luka Anda perlu perawatan cukup lama. Akibat terburuk, Anda cacat. Bisa jadi salah satu organ atau anggota tubuh Anda tidak berfungsi. Akibatnya, Anda tidak bisa lagi bekerja dan mendapatkan penghasilan.
Karenanya, Bapak-Ibu, untuk mengantisipasi risiko ini ambil saja asuransi kecelakaan. Asuransi kecelakaan memberikan uang pertanggungan bila Anda mengalami kecelakaan sehingga harus dirawat inap di RS, mengalami cacat, atau bahkan kematian. Sama seperti asuransi kematian, ada banyak perusahaan yang menawarkan asuransi kecelakaan. Umumnya mereka memberikan premi yang terjangkau.
3. Sakit
Sakit itu mahal. Kalau Anda sakit, paling tidak Anda harus pergi ke dokter sehingga ada biaya konsultasi yang harus Anda bayar. Belum lagi obat dan kalau dirawat inap di RS. Iya kalau uangnya ada. Kalau tidak? Beberapa RS saja sekarang meminta uang muka sebelum Anda masuk dirawat. Belum lagi kalau Anda harus dioperasi.
Untuk berjaga-jaga dari situasi ini, Anda bisa mengambil asuransi kesehatan. Dibanding beberapa tahun lalu, sekarang sudah makin banyak perusahaan asuransi menjual produk ini. Ada produk yang memberikan penggantian RS saja, atau penggantian RS plus penggantian rawat jalan, plus obat juga. Sekarang, tinggal Anda saja yang menentukan pilihan paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
4. Musibah atas Rumah
Belakangan ini kita sering menyaksikan berita terjadinya kebakaran. Baik itu pasar, kantor, maupun pemukiman. Nah, kalau musibah itu menimpa rumah yang Anda tempati sekarang, bayangkan apa yang akan terjadi. Repotnya, tidak semua orang memiliki cukup uang untuk membangun kembali rumahnya yang terkena musibah, sehingga banyak yang akhirnya harus menumpang di rumah saudara, atau lebih apes lagi di tenda-tenda darurat. Untuk jenis musibah macam ini juga tersedia asuransinya. Biasanya dengan harga cukup terjangkau.
5. Musibah atas Kendaraan
Anda punya mobil atau sepeda motor? Kendaraan Anda juga memiliki kemungkinan mengalami kecelakaan. Sekarang ini saja kalau menyetir, hampir bisa dipastikan ada saja kendaraan lain memepet-mepetkan kendaraannya ke kendaraan saya. Dan itu terjadi hampir setiap hari, terutama di kota-kota besar. Bahkan sudah mengemudi dengan sangat hati-hati pun masih bisa jadi korban akibat ulah pengemudi lain yang tak kenal aturan.
Bila risiko terjadi kecelakaan memang cukup besar, tak ada salahnya mengambil asuransi kendaraan. Terlebih lagi bila kendaraan itu menunjang Anda dalam mencari nafkah. Bila Anda asuransikan, saat terjadi kerusakan maka perusahaan asuransi-lah yang akan menanggungnya.
Kesimpulannya, ada berbagai asuransi yang Anda prioritaskan. Selanjutnya Anda bisa menentukan, apakah perlu mengambil beberapa saja atau memang memerlukan semuanya. Andalah yang tahu persis kondisi diri Anda. Selamat berasuransi.
oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 787/XIV
Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, formula bisnis, SMUO, formula bisnis SMUO, review formula bisnis, sistem mesin uang otomatis, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email
Diposting oleh Unknown pada Senin, Juni 14, 2010 1 Komentar
Tabungan Sekolah Anak
Mas Ghozali,
Saya Ibu rumah tangga usaha sembako dengan omset/ hari 400 sampai 500. Suami sudah meninggal, anak-anak sekolah SD. Saya kontrak 1 tahun 5 juta. Mas mohon saran, bagaimana caranya supaya punya tabungan untuk biaya anak sekolah nanti?
Terima kasih. NN – 08128803XXXX
Jawaban:
Ibu, saya salut pada perjuangan Anda untuk tetap bisa menafkahi keluarga dan menyekolahkan anak-anak selepas kepergian suami.
Untuk biaya pendidikan anak, ada banyak produk keuangan yang bisa digunakan. Mulai dari produk yang khusus seperti tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, atau investasi umum lainnya.
Dari omset setiap hari tersebut, saya sarankan agar ibu bisa membuat pos pengeluaran sebagai berikut: pertama, untuk belanja kembali sebesar setidaknya sesuai dengan nilai barang yang terjual. Misalnya, kalau ibu mengambil keuntungan 20%, maka dengan omset 400rb-500rb itu artinya ibu harus belanja lagi setidaknya 350rb-400rb per hari. Nah, sisanya adalah keuntungan ibu sebesar 50rb-100rb per hari.
Dari keuntungan ini, coba deh sisihkan sekitar 20%-nya setiap hari, yaitu kira-kira 50rb-100rb untuk ditabungkan. Ini berarti 10rb-20rb per hari atau 300rb-600rb per bulan. Nah, setengahnya bisa dipakai untuk dana pendidikan, dan sebagian lagi bisa untuk tabungan cadangan. Dana sebesar 300rb-600rb sebetulnya sudah cukup memadai untuk memgambil asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan untuk biaya masuk SMP dan SMA. Sedangkan untuk kuliahnya yang masih lama, saya lebih sarankan ibu untuk mengembangkan usaha, beli properti, atau emas untuk menambah dananya.
Sementara sisa keuntungan 40rb-80rb bisa digunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Saya lebih sarankan agar biaya hidup ini tidak diambil harian, tapi mingguan atau bulanan saja. Karena kalau diambil harian, biasanya ada keperluan besar bulanan seperti bayar telepon/listrik yang akhirnya harus mengambil lagi uang di toko.
Demikian dari saya, sukses untuk Anda.
Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Dikutip dari Tabloid Wanita Indonesia
Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email
Diposting oleh Unknown pada Senin, Maret 22, 2010 1 Komentar
Mencari Income Tambahan
Mas Ghozali,
Saya berpendapatan 1 juta tiap bulan, harus memberikan kepada orang tua sebesar 500 ribu. Apalagi sekarang orangtua saya sedang sakit. Saya harus bagaimana? Apakah ada cara yang bisa saya coba untuk memperoleh tambahan pendapatan?
Terima kasih. 0899814XXXX
Jawaban:
Saya turut prihatin dengan kondisi Anda dan keluarga sekarang, mudah-mudahan hal ini justru menjadi motivasi bagi Anda untuk berusaha lebih baik lagi dari sisi finansial. Saya rasa memang cukup berat jika harus menanggung keluarga dengan setengah dari penghasilan Anda. Untuk itu, mencari penghasilan tambahan memang solusi yang paling tepat.
Siapapun juga bisa memperoleh penghasilan tambahan, asalkan tau caranya, dan mau berusaha. Secara umum ada beberapa cara untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan, intinya adalah dengan memanfaatkan apapun yang Anda miliki. Bisa dalam bentuk harta, bisa dalam bentuk waktu, keahlian, nama baik, jaringan, bahkan sekedar ide pun bisa menjadi penghasilan tambahan.
Harta yang sekarang menanggur bisa menjadi sumber penghasilan. Walaupun kelihatannya tidak seberapa, tapi menyewakan aset tertentu yang tidak terlalu produktif jika digunakan sendiri merupakan pilihan yang cukup bijak. Misalnya saja, Anda berangkat dari rumah ke tempat kerja dengan membawa sepeda motor. Artinya sepeda motor itu menganggur selama Anda bekerja. Kenapa tidak diproduktifkan dengan bekerjasama dengan tukang ojek misalnya. Rumah Anda cukup strategis tapi tidak punya modal untuk usaha, kenapa tidak bekerjasama dengan orang lain yang kepusingan cari tempat untuk usaha. Sekedar halaman pun bisa disewakan pada pedagang kecil atau kaki lima.
Sekarang kita bahas waktu, kalau selama ini bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, artinya masih ada waktu di malam hari dan akhir pekan. Kenapa tidak dimanfaatkan untuk "bekerja" di tempat lain juga. Misalnya, daripada menonton TV saja di rumah di malam hari, Anda bisa menjaga warnet atau wartel yang tidak terlalu butuh banyak tenaga selain hanya untuk standby saja. Terkadang kerjanya masih bisa sambil nonton TV juga kan.
Begitu juga dengan keahlian. Coba digali kembali kira-kira keahlian apa yang bisa dikomersilkan. Nama baik pun terkadang bisa menjadi "modal", hanya karena seseorang percaya pada Anda. Jaringan pertemanan juga bisa menjadi uang jika Anda pandai membaca peluang, misalnya dengan membantu teman yang sedang mencari sesuatu yang kebetulan dimiliki oleh teman yang lain. Istilah kerennya sih, makelar. Bahkan ide pun ternyata bisa jadi uang, jika Anda punya ide usaha yang bagus, atau resep makanan yang enak, atau mungkin rancangan barang tertentu tapi tidak punya cukup modal untuk menjalankannya. Anda bisa tawarkan ide itu pada orang lain untuk dibeli.
Nah, sekarang buka mata buka telinga dan tangkap setiap peluang yang ada.
Salam
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Dikutip dari Tabloid Wanita Indonesia
Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email
Diposting oleh Unknown pada Senin, Maret 08, 2010 2 Komentar
Zakat, Infaq, Sedekah
Assalamualaikum Wr Wb
Yth Bapak Gozali,
Saya ingin bertanya mengenai ZIS karena sebelumnya Pak Gozali pernah mengisi pengajian di tempat saya bekerja. Waktu itu Bapak menjelaskan untuk memprioritaskan ZIS.
Apakah setiap orang wajib mengeluarkan ZIS? Saya rancu antara ZIS dan pemberian kita terhadap seseorang. Sedangkan pendapatan yang kita terima itu sudah dipotong pajak? Kalau kita punya orangtua kita berbagi juga dengan mereka, lalu kalau untuk kehidupan sehari-hari masih kurang, apakah kita harus mengeluarkan ZIS juga?
Terima kasih atas bantuannya.
Neng Rani, Jakarta
Jawaban:
Waalaikumussalam Wr Wb
Istilah ZIS sering digunakan sebagai istilah untuk pengeluaran apa pun yang bersifat sosial. ZIS sendiri adalah singkatan dari zakat, infak, sedekah. Di mana zakat bersifat wajib, infak bersifat sangat umum bisa wajib bisa juga tidak, sedangkan sedekah adalah pengeluaran sosial yang bersifat sunah.
Jadi, kalau ditanya wajib atau tidak, zakat jelas wajib hukumnya untuk penghasilan yang sudah memenuhi syarat. Mengenai ukuran batas minimal, cara perhitungan, dan waktu pembayaran zakat penghasilan memang ada beberapa pendapat ulama. Yang sering saya ambil pendapatnya adalah agar mengeluarkan zakat penghasilan setiap kali menerima penghasilan, artinya sebagai karyawan adalah setiap kali gajian dan dihitung dari penghasilan kotor.
Dengan kondisi sekarang ini, batasan minimal penghasilan yang zakat adalah sekitar Rp 1,8 juta/bulan - Rp 2 juta/bulan (tergantung harga emas atau beras yang dimakan). Besarnya zakat adalah sebesar 2,5% atau 1/40 dari penghasilan, sehingga sebetulnya sangat kecil sekali dan tidak memberatkan. Apalagi jika kita ikhlas menunaikannya, insya Allah itu justru akan menambah lagi keberkahan harta kita.
Bagaimana dengan pembayaran utang? Para ulama berpendapat bahwa utang bisa mengurangi perhitungan penghasilan yang dikenakan zakat. Selama utang tersebut memang karena kita tidak mampu lalu berutang, maka tidak diperhitungkan zakatnya. Tapi, yang sekarang banyak terjadi adalah utang-utang yang bersifat konsumtif seperti hutang untuk mencicil HP, kalau utangnya seperti ini sih saya kurang sependapat kalau ini dikeluarkan dari perhitungan zakat.
Sedangkan pajak adalah kewajiban sebagai warga negara terhadap negara dimana ia tinggal, sehingga tidak mengurangi kewajiban dalam berzakat. Untuk peraturan perpajakan di Indonesia. Pembayaran zakat kepada lembaga amil zakat bisa mengurangi perhitungan penghasilan yang dikenakan pajak. Jadi, bisa mengurangi beban pajak pada negara.
Untuk pemberian kepada orangtua, bisa dikategorikan sebagai sedekah, tapi tidak bisa dianggap zakat. Karena zakat dikeluarkan kepada orang lain yang bukan dalam tanggungan kita. Sedangkan orangtua adalah dalam tanggungan kita sebagai anaknya yang bertanggung jawab.
Agar tidak berasa berat, sebaiknya membayar zakat di awal sebelum uangnya digunakan untuk hal yang lainnya. Insya Allah dengan cara seperti ini kita akan ringan dalam mengeluarkan zakat.
Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Dikutip dari Republika, 15 Maret 2009
Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email
Diposting oleh Unknown pada Senin, Januari 25, 2010 0 Komentar
Indeks Syariah Menjadi Solusi
Investasi apa yang baik saat krisis? Jawabannya adalah reksa dana. Produk yang satu ini makin menjadi alternatif investasi dengan pertumbuhan hasil beragam, yang berarti beragam pula tingkat risikonya, dan cukup transparan. Salah satu jenisnya adalah reksa dana indeks.
Kita mungkin mengenal IHSG atau indeks harga saham gabungan, ada lagi indeks Bisnis-27, Kompas 100, LQ-45 dan Jakarta Islamic Indeks (JII). Semua itu adalah indeks atau ukuran dasar bentukan investor tertentu yang dianggap sebagai perwakilan dari pasar.
Banyak kriteria yang dipakai dalam pembentukan tersebut. Ada yang dibentuk dari rata-rata seluruh saham (IHSG) ada yang dibentuk dari 40 saham yang dianggap paling baik dan sebagainya. Namun, pada dasarnya semua indeks tersebut bermaksud untuk membantu investor dalam hal mendapatkan panduan seberapa baik investasinya dibandingkan dengan kondisi pasar. Karena di pasar saham kita tidak mengenal adanya BI Rate seperti di perbankan yang bisa digunakan sebagai pembanding investasi kita di perbankan.
Nah, reksa dana indeks ini dibentuk dengan menggunakan salah satu indeks di pasar tadi sebagai acuan. Mengapa demikian? Karena dianggap bahwa pemilihan saham berdasarkan indeks tadi telah mewakili keadaan 'terbaik' saham menurut si pembentuk indeks.
Jadi, Bisnis-27 berarti isinya adalah 27 saham yang memiliki risiko terukur dengan hasil yang paling optimal. Apabila kita membentuk suatu portofolio atau kumpulan investasi misalnya, saham, kita bisa saja membandingkan dengan beberapa indeks di atas sebagai pembanding investasi yang kita lakukan.
Misalnya, hasil portofolio bentukan kita naik lebih tinggi dari, katakanlah IHSG, artinya bisa dikatakan bahwa kita berhasil mengatasi rata-rata kenaikan pasar. Apabila turun atau di bawah IHSG, berarti pembentukan portofiolio kita di bawah rata-rata pasar yang berarti beberapa saham yang kita pilih memiliki penurunan nilai lebih rendah dari rata-rata pasar.
Beberapa investor yang telah percaya dengan indeks tertentu, memilih saham berdasarkan saham yang terwakili di dalam indeks itu, misalnya dalam berinvestasi, supaya aman dan tidak harus menganalisis terlalu rumit, mereka memilih saham yang ada di Bisnis-27 atau LQ45, misalnya.
Namun, tentunya tidak semua bisa membeli 40, 45 apalagi 100 saham. Oleh karena itu, manajer investasi mengantisipasinya dengan membentuk RD indeks yang isinya adalah saham yang sesuai dengan acuan indeks tertentu. Tujuannya adalah agar semua bisa berinvestasi di saham yang berada di indeks tersebut, walaupun dananya terbatas.
Salah satu reksa dana indeks adalah Reksadana Indeks Syariah yang menggunakan Jakarta Islamic Indeks sebagai basis pembentukan portofolionya.
Indeks Syariah
Saat ini baru ada satu produk reksadana indeks yaitu Danareksa Indeks Syariah yang di keluarkan oleh Danareksa sebagai manajer Investasi. Dari namanya sudah bisa dibaca bahwa reksa dana ini menggunakan indeks syariah sebagai basis pembentukan portofolio yang ditawarkan kepada investor.
Dana yang kita percayakan ke mereka tidak akan keluar dari syarat itu yaitu sahamnya harus terdaftar dalam indeks syariah atau JII. Sebagai manajer investasi bisa saja Danareksa memilih semua saham yang ada di indeks tadi sebagai sarana investasinya, tapi kalaupun tidak, dilarang memilih saham di luar JII (di luar syariah).
Kelebihan produk ini adalah selain berinvestasi kita diberi kesempatan untuk berzakat karena sebagian biaya administrasi yang harus kita keluarkan untuk investasi ini akan digunakan untuk kegiatan amal yaitu untuk infaq pendidikan. Jadi selain berinvestasi, kita juga beramal.
Bagi investor yang cukup peka terhadap pilihan produk, khususnya produk yang berdasarkan syariah, maka produk reksa dana ini cukup baik sebagai pilihan. Dengan dana investasi awal sebesar Rp1 juta dan setoran lanjutan setara dengan Rp500.000, kita sudah pasti memiliki produk yang benar-benar murni produk yang sesuai dengan syariah. Pemilihan saham yang masuk kriteria tentunya tidak sembarangan, ada batasan yang ditentukan oleh lembaga tertentu yang bisa menjamin bahwa saham perusahaan tersebut adalah saham yang bersih secara syariah.
Dalam prospektusnya, reksa dana indeks syariah ini memiliki alokasi investasi 80% - 100% dari dana ke saham yang terdaftar di JII dan 0% - 20% diinvestasikan ke produk pasar uang seperti deposito pada bank syariah dan lain sebagainya.
Biaya subscripsion sebesar 2% dari nilai investasi dan redemption (pencairan) ditentukan sebesar 1% untuk pencairan kurang dari 3 tahun dan 0% untuk pencairan lebih dari 3 tahun. Biaya lain yang menjadi kewajiban kita seperti diutarakan pada awal adalah administrasi atau istilahnya expenses ratio yang dipotong tiap tahun sebesar 0,46% yang terdiri dari 0,1% untuk infaq pendidikan, 0,3% untuk management fee dan 0,06% untuk custodian fee. Semua dipotong dari aset reksa dana tersebut.
Pemilihan JII sebagai basis investasi karena Danareksa menganggap saham yang tergabung dalam JII secara histori memiliki perkembangan nilai yang baik. Bahkan menurut mereka pada 2005 perkembangan investasinya meningkat sampai 219% dari nilai awal pembentukan JII. Sehingga dinilai sangat baik sebagai dasar pembentukan portofolio.
Kelebihan berinvestasi di reksa dana syariah ini, dan indeks lainnya, adalah kita bisa melakukan monitoring kinerja manajer investasi, bukan bulanan atau tahunan melainkan harian, karena reksa dana indeks ini biasanya nilainya tidak akan jauh berbeda dengan indeks dasarnya. Jadi kalau JII naik 10%, seharusnya reksa dana kita tidak akan jauh naiknya dari 10%, begitu pula sebaliknya.
Salam
Eko Endarto
Perencana Keuangan
Dikutip dari Bisnis Indonesia Minggu, 06 Februari 2009
Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email
Diposting oleh Unknown pada Senin, Januari 11, 2010 0 Komentar
Tangisan Seorang Anak Kecil
Ayah, bagaimana caranya untuk mengatakan padamu tentang semua yang telah terjadi pada kami?
Engkau meninggalkan kami terlalu cepat dan tak ada lagi yang tersisa
Sekarang kami tinggal di rumah sewa dengan lampu yang redup dan tempat tidur yang hampir patah
Apakah semua anak harus merasakan penderitaan seperti ini ketika ditinggalkan ayah mereka?
Ayah, jika kau tahu bahwa kami sangat kelaparan dan kedinginan
Kami sangat miskin sehingga kami harus menjual semua yang kami punya
Jika saja ayah tahu bahwa kami melewati setiap hari seperti ini
Aku yakin, sangat yakin ayah juga takkan tenang walaupun ayah berada di surga.
Aku tahu ayah, engkau tidak bermaksud meninggalkan kami untuk berjuang sendiri
Aku tahu kalau engkau sangat mencintai kami dan telah memberikan semua yang engkau punya.
Bahkan aku masih ingat saat-saat dimana engkau bekerja sampai larut malam
Sehingga Ibu dapat mempunyai oven dan kacamata untukku.
Aku mencintaimu Ayah, walaupun engkau takkan pernah kembali.
Begitu juga Ibu yang setiap malam selalu menangis sebelum tidur
Aku tidak kecewa dengan semua penderitaan dan kekurangan ini.
Tapi aku sangat khawatir dengan keadaan Ibu karena ia sangat-sangat sakit.
Ia bekerja mencuci baju tetangga di siang hari dan menjahit pada malam harinya.
Sehingga aku bisa terus sekolah karena menurutnya hal itulah yang terbaik untukku.
Tapi aku sangat ingin bisa membantunya walaupun aku masih kecil
Aku bisa bekerja mencuci piring ataupun memotong rumput yang mungkin hanya bisa menghasilkan 2.000 saja.
Aku tidak iri pada Patty walaupun ia tinggal dirumah sendiri
Walaupun aku menyisir rambutku dengan sisir yang sudah usang sedangkan ia dengan sisir yang bagus.
Walaupun ia tidak merasakan kelaparan dan kedinginan dan semua pakaiannya bagus.
Namun aku yakin, tidak ada orangtua yang lebih baik selain engkau dan ibu.
Tapi sekarang semua merasakan, terlebih lagi aku dan ibu
Tentang penderitaan kami yang hampir semua orang tahu.
Tapi Ayah, aku tidak menyalahkanmu karena aku sangat mencintaimu.
Dan aku tahu bahwa engkau juga mencintai kami dan engkau tidak mau meninggalkan kami.
Dan Ayah, tidak mudah bagi kami untuk berkata;
Karena itu aku dan ibu harus menderita sekarang ini.
Semoga setiap ayah mengerti bahwa anak-anak mereka memerlukan perlindungan asuransi jiwa
Sehingga kebutuhan mereka terpenuhi.
Dan untuk para ayah mereka, bukanlah suatu pilihan, saat mereka bisa meninggal.
Dan ibu mereka tidak perlu menangis setiap malam
Dan anak-anak mereka yang masih kecil tak perlu berkata ; AYAH … MENGAPA?
- Surat ini ditujukan untuk semua anak kecil yang tidak mengerti mengapa mereka harus menderita karena kekhilafan orang tuanya. Semoga semua anak-anak yang masih kecil mendapat perlindungan Tuhan dan tidak merasakan kepahitan hidup. (lf)
Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, formula bisnis, SMUO, sistem mesin uang otomatis, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email
Diposting oleh Unknown pada Selasa, Februari 17, 2009 1 Komentar
Sebuah Penolakan
Adalah seorang pengusaha muda yang kaya-raya. Ia memiliki beberapa buah pabrik dan rumah mewah di daerah elite di Jakarta. Dia juga memiliki beberapa mobil mewah.
Suatu ketika ia bertemu dengan seorang teman SMA-nya. Merekapun berbincang-bincang dan membahas masa-masa SMA dulu. Disela perbincangan itu temannya menyinggung mengenai asuransi (sebenarnya temannya itu agen asuransi). Karena merasa sudah berkecukupan, dan mampu membiayai pengobatan apabila sakit, iapun tidak tertarik, bahkan sedikit antipati dengan kata asuransi tersebut. Singkat kata obrolan mengenai asuransi itupun berakhir dan mereka berpisah.
Beberapa waktu kemudian teman pengusaha muda ini mendapat kabar bahwa istri dari pengusaha muda tersebut sedang sakit. Tidak tanggung-tanggung, dimana sakitnya adalah kanker otak dengan stadium yang cukup berat. Beberapa kali pengusaha muda ini berusaha untuk mengobati penyakitnya di rumah sakit baik di dalam maupun di luar negri. Bahkan para dokter tersebut menyarankan agar istri pengusaha muda ini harus di operasi. Karena kondisinya masih tidak memungkinkan untuk operasi, maka diputuskan untuk menunggu beberapa minggu sampai kondisi istrinya kuat dan siap di operasi.
Selama menunggu tidak terhitung lagi berapa rupiah yang habis untuk biaya perawatan istrinya dan sewa apartemen untuk menunggui istrinya itu. Uang tabungannya di bank juga kian menipis dimana uang tersebut juga merupakan dana operasional perusahaan Bahkan ada kabar bahwa perusahaannya di akan disita bank bila tidak mampu membayar tagihan dari bank.
Uang dan perusahaan telah habis. Sementara istrinya belum sembuh dari sakitnya, bahkan akhirnya mengembuskan nafas karena tidak tertolong lagi.
Sekarang mantan pengusaha muda itu harus bekerja lagi dari nol sebagai pegawai rendahan. dengan penghasilan yang pas-pasan. Penyesalan memang selalu datang di akhir cerita.
Tanpa di sangka mantan pengusaha itu bertemu dengan temannya yang dulu menawarkan asuransi padanya. Kebetulan arsip proposal yang dulu di tawarkan masih ada dan selalu di bawa dalam tasnya. Begitu di buka, ternyata nilai pertanggungannya sama dengan biaya pengobatan istri si mantan pengusaha tersebut, 3,5 Milyar rupiah.
Bila saja dulu si manta pengusaha ini mengikuti program yang ditawarkan temannya mungkin keadaanya sekarang tidak separah ini.
Itulah harga yang harus dibayar atas sebuah penolakan bagi si Pengusaha Muda…
Intinya Asuransi adalah sesuatu yang harus dimiliki sebelum kita membutuhkannya. Bila kita sudah merasa membutuhkannya tapi dalam kondisi yang tidak sehat, maka tidak ada perusahaan asuransi dimanapun di dunia tidak bisa menerimanya lagi.
Maka dari itu, bila ada agen asuransi yang datang dan menawari anda pikirkanlah dan lihat agennya. Pilih agen berlisensi, yang betul-betul profesional. Semoga bermanfaat. (lf) 
Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, formula bisnis, SMUO, sistem mesin uang otomatis, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email
Diposting oleh Unknown pada Sabtu, Januari 31, 2009 1 Komentar
34 Penyakit Kritis Dalam Asuransi
Kita selalu berharap bisa menjalankan kehidupan kita tanpa adanya gangguan kesehatan. Namun, kondisi kesehatan merupakan salah satu hal dalam kehidupan yang tidak dapat diduga sebelumnya. Karena kita semua menginginkan kesejahteraan keluarga, maka diharapkan kita tidak terganggu oleh kewajiban penyelesaian biaya perawatan dan pengobatan yang relatif mahal. Dalam tulisan ini saya mengambil contoh ilustrasi PRUcrisis cover dan PRUcrisis cover plus milik PT Prudential Life Assurance yang akan memberikan kita perlindungan atas 34 Penyakit Kritis yaitu:
1. Serangan jantung: kematian suatu bagian otot jantung (myocardium) sebagai akibat dari tertutupnya/tersumbatnya arteri koronaria.
2. Pembedahan arteri koronaria: pembedahan jantung untuk memperbaiki suatu penyumbatan atau penyempitan dari satu atau lebih arteri koronaria dengan cara bypass grafts.
3. Stroke: kecelakaan pembuluh darah otak (cerebrovascular accident) yang mengakibatkan cacat pada syaraf (kelainan syaraf) yang berlangsung lebih dari 24 jam dan termasuk kematian jaringan otak (infraction), pendarahan (hemorrage) atau penyumbatan (embolism) yang berasal dari sumber di luar tengkorak (extra cranial) dan harus terdapat bukti adanya defisit neurologist yang menetap.
4. Kanker: tumor ganas yang ditandai dengan suatu pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan penyebaran sel-sel ganas ke jaringan tubuh yang lain. Hal ini mencakup leukemia dan penyakit hodgkins (kanker getah bening) yang pertumbuhannya tidak dapat dikontrol secara medis.
5. Gagal ginjal: gagal ginjal tahap akhir yang menyebabkan tertanggung harus menjalani secara teratur dialisis peritoneal atau cuci darah (haemodilisis) atau transplantasi ginjal.
6. Transplantasi organ penting: tertanggung adalah penerima organ yang berupa jantung, paru-paru, hati, pankreas dan tulang sumsum yang operasinya telah dilaksanakan, atau tertanggung telah terdaftar secara resmi pada daftar tunggu sebagai penerima di wilayah hukum Indonesia.
7. Operasi katup jantung: pembedahan jantung terbuka yang dilakukan untuk memperbaiki atau mengganti fungsi katup jantung yang abnormal.
8. Kehilangan kemampuan bicara: kehilangan kemampuan bicara secara total dan permanen.
9. Luka bakar: luka bakar derajat ketiga (third degree) dan sekurang-kurangnya mengenai 20% luas permukaan tubuh.
10. Koma: keadaan tidak sadar tanpa reaksi terhadap rangsangan dari luar atau dalam dan menghasilkan kelainan-kelainan syaraf (neurological defisit).
11. Operasi pembuluh darah aorta: pembedahan yang dilakukan untuk memperbaiki kelainan pada cabang utama pembuluh darah aorta di daerah dada (thoracalis) dan di daerah perut (abdominalis).
12. Penyakit Parkinson: tergolong ke dalam Idiophatic Parkinson yaitu penyakit yang tidak diketahui penyebabnya sehingga memerlukan pengawasan khusus dan bantuan untuk beraktifitas sehari-hari. Diagnosa atas penyakit ini dibuat oleh dokter ahli penyakit syaraf (neurologist). Apabila diperlukan, perusahaan akan menunjuk seorang atau lebih dokter ahli penyakit syaraf lain untuk menegakkan diagnosa.
13. Ketulian: kehilangan pendengaran dari kedua telinga yang sifatnya total dan tidak dapat disembuhkan.
14. Penyakit Alzheimer’s: kelumpuhan secara menyeluruh dari fungsi otak yang mengakibatkan kemunduran mental sehingga memerlukan pengawasan secara terus menerus. Diagnosa harus dibuat seorang dokter ahli Penyakit Syaraf (neurologist). Ababila diperlukan, perusahaan berhak untuk menunjuk dokter ahli Penyakit Syaraf lain untuk memperkuat diagnosa.
15. Tumor jinak otak: tumor otak yang tidak menunjukkan keganasan, tidak menyerang dan menjalar ke bagian tubuh lain.
16. Penyakit paru kronik: tahap akhir dari penyakit paru yang memerlukan pengobatan dengan pemakaian oksigen untuk selamanya.
17. Motor neuron disease: adanya kemunduran pada sistem syaraf pusat untuk mengkontrol aktifitas muscular sehingga kemampuan pergerakan otot-otot menjadi lemah dan menurun. Diagnosa pasti dibuat oleh seorang dokter ahli penyakit syaraf (neurologist) untuk mengkonfirmasikan adanya penyakit ini. Apabila diperlukan perusahaan berhak untuk menunjuk dokter ahli penyakit syaraf lain untuk lebih menegakkan diagnosa.
18. Multiple sclerosis: terdapatnya lebih dari satu episode kelainan susunan syaraf yang bersifat menetap selama 6 bulan. Diagnosa harus dibuat oleh seorang dokter ahli penyakit syaraf (neurologist) untuk mengkonfirmasikan adanya penyakit ini yang dibuktikan dengan hasil image scanning.
19. Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk Penyakit Jantung Koroner: klaim dapat diajukan apabila Tertanggung telah melaksanakan Angioplasti balon, tindakan laser atau teknik lainnya sebagai tindakan koreksi yang bermakna terhadap stenosis (penyempitan) setidaknya 70% dari dua pembuluh darah jantung atau lebih yang merupakan keharusan medik oleh dokter konsultan ahli jantung.
20. Anemia Aplastik: anemia, netropenia dan trombositopenia (penurunan jumlah sel netrofil dan trombosit dalam darah) yang disebabkan kegagalan sumsum tulang belakang yang tidak dapat dipulihkan. Diagnosis harus ditegakkan berdasarkan biopsi sumsum tulang belakang dan hasil tes darah.
21. Meningitis Bakterial: yaitu suatu peradangan selaput pembungkus otak atau saraf tulang belakang yang disebabkan oleh bakteri dan mengakibatkan gangguan neurologik (persyarafan) permanen yang menimbulkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.
22. Kolitis Ulseratif: didefinisikan sebagai Kolitis Ulseratif yang parah dan akut yang mengancam jiwa, menyebabkan gangguan elektrolit yang biasanya disertai dengan distensi usus dan resiko pecahnya usus, terjadi sepanjang usus besar dengan diare berdarah yang parah/berat. Klaim hanya dapat diajukan berdasarkan gambaran histopatologik (irisan jaringan yang diperiksa secara mikroskopik) dan sudah dilakukan tindakan pembedahan usus besar (colectomy) dan atau operasi usus halus (ileostomy).
23. Disabling Primary Pulmonary Hypertension: merupakan kelainan di mana terjadi peningkatan tekanan pulmonal akibat gangguan struktur, fungsi atau sirkulasi paru-paru yang mengakibatkan pembesaran bilik jantung kanan.
24. Ensefalitis: yaitu peradangan pada otak (hemisfer otak besar, batang otak atau otak kecil). Penyakit ini harus mengakibatkan komplikasi bermakna yang berlangsung setidaknya 6 minggu, termasuk defisit neurologik (gangguan persyarafan) permanen. Defisit neurologik permanen tersebut harus mengakibatkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.
25. Hepatitis Viral Fulminan: pengerasan hati yang submasif sampai masif oleh virus hepatitis yang mengakibatkan kegagalan hati.
26. Penyakit Hati Kronik: kegagalan hati tahap akhir dengan tanda kulit yang berwarna kuning (jaundice) yang menurut pendapat kedokteran secara umum tidak dapat kembali normal, dan berakibat penimbunan cairan di rongga perut (asites) atau kelainan otak (ensefalopati).
27. Penyakit Crohn: (Crohn’s disease) merupakan kelainan peradangan menahun yang berbentuk granulomatosa. Klaim dapat diajukan apabila memenuhi kedua kriteria di bawah ini sekaligus :
* penyakit Crohn yang diderita sudah menimbulkan pembentukan fistula (hubungan antara saluran cerna dengan rongga perut), atau penyumbatan intestinal (saluran cerna), atau perforasi (pembentukan lubang) intestinal
* terdapat laporan histopatologik (irisan jaringan yang diperiksa secara mikroskopik) yang mengkonfirmasikan adanya penyakit Crohn.
28. HIV Yang Didapatkan Melalui Transfusi Darah: tertanggung terinfeksi oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) dengan kondisi sebagai berikut :
* infeksi HIV didapatkan melalui transfusi darah yang dilakukan setelah Polis berlaku
* sumber infeksi dipastikan berasal dari lembaga yang menyelenggarakan transfusi darah dan lembaga tersebut dapat melacak asal dari darah yang terinfeksi HIV tersebut, dan
* tertanggung yang terinfeksi HIV bukan merupakan penderita hemofilia.
29. Trauma Kepala Serius: kecelakaan yang menyebabkan luka pada kepala yang ditimbulkan oleh suatu kekuatan fisik yang berasal dari luar tubuh yang mengakibatkan defisit neurologik (gangguan persyarafan) yang menimbulkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.
30. Distrofi Muskular: termasuk kelompok myopati (kelainan otot) degeneratif (kemunduran) yang disebabkan oleh kelainan genetik dan ditandai dengan kelemahan dan atrofi (pengerutan) otot tanpa mempengaruhi sistem saraf. Klaim hanya dapat diajukan apabila Muscular Dystrophy yang diderita menyebabkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.
31. Kelainan Pembuluh Darah Koroner Yang Serius: penyempitan yang terjadi pada setidaknya satu pembuluh darah koroner (pembuluh darah jantung) sebesar minimal 75 % dan pada dua pembuluh darah koroner lainnya sebesar minimal 60 % yang dibuktikan melalui arteriografi koroner. Untuk kepentingan Polis ini, yang didefiniskan sebagai pembuluh darah jantung hanya pembuluh darah besar sisi kiri jantung, pembuluh darah jantung anterior descending kiri, sirkumfleksi dan pembuluh darah besar sisi kanan jantung.
32. Kelumpuhan (paralysis): diartikan sebagai hilangnya secara total dan permanen (menetap) fungsi dua atau lebih anggota tubuh sebagai akibat terkena kecelakaan, atau kelainan dari tulang belakang. Anggota tubuh didefinisikan sebagai seluruh lengan atau seluruh kaki.
33. Poliomyelitis: klaim dapat diajukan apabila memenuhi seluruh kriteria di bawah ini :
* terdapat diagnosis pasti atas adanya infeksi virus polio yang menyebabkan timbulnya kelumpuhan yang dibuktikan dengan gangguan fungsi motorik atau berkurangnya fungsi pernafasan
* Kondisi yang diderita harus mengakibatkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.
34. Lupus Eritematosus Sistemik (SLE = Systemic Lupus Erythematosus): kondisi autoimun (kekebalan terhadap tubuh sendiri) multisistem (yang mengenai banyak sistem dalam tubuh) dan multifaktorial (melibatkan banyak faktor) yang sebagian besar diderita wanita dalam periode wanita tersebut membesarkan anak. Untuk kepentingan Polis, klaim dapat diajukan jika jenis SLE melibatkan ginjal (yang dipastikan dengan biopsi ginjal dan sesuai dengan klasifikasi WHO). Diagnosis akhir SLE harus didapatkan dari seorang dokter ahli di bidang rematologi dan imunologi.
*): Yang dimaksud dengan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari adalah ke-6 (enam) hal di bawah ini:
1. Mandi: diartikan sebagai kemampuan membersihkan diri pada waktu mandi dengan atau tanpa menggunakan shower (pancuran) atau membersihkan diri dengan baik menggunakan cara-cara lainnya;
2. Berpakaian: diartikan sebagai kemampuan sendiri untuk mengenakan, melepas, mengepas dan melonggarkan pakaian, tanpa bantuan orang lain, termasuk juga mengenakan braces (penopang / penyangga tubuh), kaki / tangan palsu atau alat bantu lainnya;
3. Beralih tempat: diartikan sebagai kemampuan sendiri untuk memindahkan tubuh dari tempat tidur ke kursi dengan sandaran yang tegak atau ke kursi roda dan sebaliknya;
4. Berpindah: diartikan sebagai kemampuan sendiri untuk berpindah di dalam ruangan dari kamar ke kamar pada ketinggian lantai yang sama;
5. Toileting (Buang air): diartikan sebagai kemampuan sendiri untuk menggunakan kamar kecil atau jamban atau cara-cara lain untuk buang air kecil atau buang air besar agar mampu mempertahankan kebersihan diri yang layak,
6. Menyuap: diartikan sebagai kemampuan sendiri untuk menyuapi diri sendiri ketika makanan sudah disiapkan dan terhidang. (lf)
Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, formula bisnis, SMUO, sistem mesin uang otomatis, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email
Diposting oleh Unknown pada Kamis, Januari 29, 2009 1 Komentar
Mengapa Asuransi Penting bagi Pengusaha?
Sebelum menjawab saya akan bercerita tentang seseorang sebut saja namanya Ibu Melati. Seorang pengusaha yang sukses dan memiliki aset yang sangat banyak, bidang usahanya meliputi properti, SPBU, retail atau toko eceran, dan sudah memulai untuk bisnis perkapalan. Seluruh aset-asetnya tersebut dia asuransikan dan tidak ada yang tertinggal untuk mendapatkan perlindungan asuransi.
Dan saya akan ceritakan apa rahasia terbesar yang ternyata tidak banyak diketahui partner bisnisnya? Ya, ternyata Ibu Melati sama sekali tidak memiliki satu polis asuransi pun untuk dirinya sendiri. Dia merasa seluruh asetnya akan bisa melindungi dirinya.
Terus apa yang terjadi? Silahkan melanjutkan membaca, Saya akan ceritakan bagian paling penting dari kisah ini. Satu demi satu aset dilepas karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung. Pelan dan akhirnya tinggal satu –satunya perusahaan yang masih ia pertahankan.
Akhirnya itupun harus dilepas untuk biaya rumah sakit. Situasi demikian sulit. Menyedihkan, bahkan bisa kita bilang mengerikan.
Namun semua itu tidak terjadi, itu rahasia. Itu akan terjadi apabila seseorang terus-menerus menunda memiliki sebuah Polis.Ibu Melati memutuskan untuk mengambil Polis dengan uang pertanggungan paling maksimal dan bisa merupakan warisan yang luar biasa bagi anaknya. Dia pun memutuskan untuk tidak dulu menerima badai krisis ekonomi dan situasi pasar yang selalu rentan bagi bisnisnya. Dia menyadari adanya risiko murni yang dimiliki oleh siapapun juga.
Anda bisa memulainya dari sekarang dengan merencanakan sebuah polis asuransi yang juga bisa Anda gunakan sebagai jaminan aset atau penghasilan Anda. Sebuah Polis merupakan solusi yang paling tepat.
Bukan hanya uang pertanggungan yang maksimal, nasabah juga akan mendapatkan dana darurat untuk medical apabila terkena sakit kritis, dan tunjangan rawat inap, dan juga nilai tunai yang dapat digunakan sewaktu-waktu. Mulailah memiliki polis dan hidup Anda tidak akan sama lagi. (pm)
Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, formula bisnis, SMUO, sistem mesin uang otomatis, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email
Diposting oleh Unknown pada Minggu, Januari 18, 2009 1 Komentar
Jenis Asuransi Tradisional (Tipe Lama)
Asuransi tradisional ini dibagi dalam tiga jenis produk:
1. Term Life, yaitu asuransi jiwa dimana sifatnya adalah murah sekali, dengan pertanggungan yang besar sekali. Contoh gampangnya adalah asuransi kecelakaan yang sering kita beli di airport. Memang harganya murah, tapi jika terjadi kecelakaan, tentu santunannya akan besar sekali. Contoh lain adalah asuransi kendaraan, atau rumah. Karakteristik lain dari produk ini adalah uangnya hangus, jika tidak ada klaim selama masa kontrak. Kita tahu bahwa asuransi kendaraan murah sekali dibandingkan coverage-nya. Namun jika dalam waktu satu tahun tidak terjadi klaim, maka uang asuransi akan menguap. Masa pembayaran premi adalah juga masa kontrak asuransi. Biasanya antara 5 sampai 20 tahun. Jika anda memilih 5 tahun, maka dapat diperpanjang dengan kenaikan premi, tanpa harus melalui proses seleksi resiko lagi.
2. Whole Life. Adalah asuransi jiwa yang berlaku seumur hidup, dimana pembayaran premi berlangsung hanya sekian tahun. Tentu preminya lebih mahal dibandingkan term life, tetapi sesuai dengan namanya, kita tidak perlu bayar sepanjang kita ingin punya asuransi. Lagipun, produk ini juga mengandung unsur tabungan. Jika di kemudian hari kita tidak ingin lagi punya asuransi, maka kita bisa surrender polis dan mendapatkan sejumlah uang sebagai nilai tunainya.
3. Endowment, yaitu asuransi jiwa plus tabungan. Contoh paling mudahnya adalah asuransi pendidikan, dimana disana ada asuransi jiwa plus nilai tabungan yang cair di tahun-tahun tertentu. Nilai tunai yang keluar pun pasti, sesuai yang tercantum di polis. Produk ini ocok untuk orang-orang yang senang ‘bermain aman’, walau resikonya adalah nilai tunainya pasti kalah dengan tingkat inflasi. (pm)
Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, formula bisnis, SMUO, sistem mesin uang otomatis, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email
Diposting oleh Unknown pada Selasa, Januari 13, 2009 1 Komentar
Manajemen Resiko
Dalam manajemen resiko, kita perlu menyadari bahwa segala benda di dunia ini memiliki resiko untuk mengalami kerusakan, termasuk diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita perlu menganalisa resiko-resiko apa aja yang ada, berapa besar peluang resiko tersebut terjadi, beserta berapa besar kerugian yang akan dialami. Untuk resiko-resiko yang dapat menimbulkan kerugian besar ataupun memiliki peluang tinggi, kita perlu menyiapkan rencana antisipasi agar kehidupan rutin kita jangan sampai terlalu banyak terganggu apabila kerusakan tersebut terjadi.
Sebagai contoh, perhatikan cerita dibawah ini:
James adalah seorang manager di perusahaan swasta yang cukup terkenal di Jakarta. Beliau sudah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak. Setiap harinya James mengendarai sedan Balenonya untuk pergi ke kantor.
Pada suatu hari, musibah datang menimpa James. Mobil sedan yang dikendarainya ditabrak oleh bus yang melanggar lampu merah. Mobil James mengalami kerusakan parah sementara James sendiri jatuh tidak sadarkan diri sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.
Ternyata luka yang dialami oleh James cukup parah. Selama seminggu James berada dalam kondisi koma, tidak sadarkan diri. Setelah sadar, James masih harus dirawat nginap dalam rumah sakit selama dua minggu dan setelah itu kesehatan James harus dicek setiap seminggunya. Sementara tangannya yang mengalami patah tulang tidak bisa digunakan untuk bekerja selama 3 bulan.
Perusahaan tempat James bekerja merasa turut berduka cita atas musibah yang menimpa James. Mereka mengirimkan bunga dan menjenguk James pada saat di rumah sakit. Namun karena James tidak bisa bekerja dalam 3 bulan mendatang, mereka memutuskan untuk memberhentikan James.
Berapa kerugian finansial yang diderita oleh James?
1. Mobil sedannya yang hancur karena ditabrak bus.
2. Ongkos rawat nginap rumah sakit hingga 3 minggu.
3. Obat-obatan yang diperlukan untuk memulihkan kesehatan James.
4. Ongkos medical check-up setelah keluar dari rumah sakit.
5. Kehilangan pekerjaan yang menjadi sumber penghasilan utamanya.
Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa semua orang memiliki risiko mengalami musibah seperti cerita diatas. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mempelajari manajemen resiko. Apa yang Anda lakukan untuk mengantisipasi kejadian seperti diatas? Jawabannya ada 2, yaitu menyiapkan dana darurat atau mengalihkan resiko ke pihak lain.
Dana Darurat
Dana darurat adalah sejumlah uang yang sengaja Anda sisihkan untuk digunakan pada saat darurat. Biasanya dana ini disimpan dalam bentuk tabungan dengan rekening khusus yang tidak boleh ditarik jika bukan dalam keadaan darurat. Kelebihan dari dana darurat adalah bahwa dana ini adalah tabungan Anda. Uang dalam dana darurat akan tetap menjadi milik Anda jika tidak terjadi musibah. Dan uang ini bisa Anda gunakan untuk apa saja yang Anda mau.
Sementara kekurangan dari dana darurat adalah dibutuhkan kedisiplinan untuk secara berkala menyimpan uang ke rekening dana darurat. Dan kedisiplinan juga diperlukan agar dana darurat ini benar-benar disimpan, tidak ditarik untuk keperluan harian.
Namun, kekurangan terbesar dari dana darurat adalah terbatasnya jumlah uang yang bisa Anda tabung sebagai dana darurat. Dalam kasus seperti James diatas, dana darurat tidak akan cukup untuk mengganti seluruh kerugian finansial yang diderita oleh James. Dalam hal ini, Anda perlu mempertimbangkan cara manajemen resiko yang lain.
Mengalihkan Resiko ke Pihak Lain
Cara lain untuk mengantisipasi resiko adalah dengan cara mengalihkan resiko tersebut ke pihak lain. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membeli asuransi. Dalam perjanjian asuransi, Anda menyerahkan sejumlah uang yang disebut premi kepada pihak penanggung(perusahaan asuransi) dan pihak penanggung berjanji akan memberikan ganti rugi kepada Anda jika Anda mengalami musibah.
Kelebihan dari cara ini adalah Anda akan mendapatkan uang ganti rugi dalam jumlah besar apabila terjadi musibah. Dengan perencanaan asuransi yang baik, James tidak perlu mengeluarkan uang pribadi satu sen pun untuk menutupi seluruh kerugian finansial yang disebutkan diatas.
Kekurangannya adalah resiko yang ditanggung oleh asuransi terbatas pada perjanjian polis asuransi. Misalkan perjanjian asuransi hanya meng-cover kerugian akibat meninggal, maka pihak asuransi tidak akan memberikan ganti rugi untuk ongkos perawatan di rumah sakit. Selain itu, perjanjian asuransi juga memiliki batas waktu (biasanya hanya berlaku setahun). Jika dalam periode tersebut tidak terjadi apa-apa, maka uang premi yang telah Anda bayar akan hangus.
Ironis memang, disatu sisi Anda memerlukan ganti rugi dalam jumlah besar apabila Anda mengalami musibah. Namun disisi lain polis asuransi membutuhkan biaya yang besar. Oleh karena itulah Anda perlu menganalisa kebutuhan Anda sendiri. Anda perlu menetapkan sendiri resiko-resiko apa saja yang harus ditanggung oleh pihak asuransi, dan resiko mana saja yang bisa diatasi dengan dana darurat. (dc)
Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, formula bisnis, SMUO, sistem mesin uang otomatis, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email
Diposting oleh Unknown pada Minggu, Januari 11, 2009 1 Komentar
Perlukah Mengambil Asuransi?
Saya seorang bapak dengan 2 orang anak yang masih kecil, dan istri saya sama sekali tidak bekerja. Tahun lalu saya sakit berat sampai harus dirawat inap selama 2 minggu di RS. Untung saja perusahaan mengganti hampir 80% dari total biaya rawat inap, dokter dan obat-obatan. Sejak kejadian tersebut saya baru menyadari betapa lemahnya kondisi keuangan keluarga saya jika saya sakit atau bahkan meninggal. Apakah saya dan istri saya harus mengambil Asuransi Jiwa untuk mengatasi keadaan tersebut ? Perlukah mengambil Asuransi Kesehatan lagi untuk saya ?
Jawab:
Sebagai satu-satunya sumber penghasilan keluarga saat ini, maka secara keuangan keluarga Anda sangat bergantung kepada Anda. Karena itu jika terjadi risiko kematian pada Anda, atau bila Anda mengalami sakit atau cacat secara permanen sehingga tidak bisa bekerja lagi, maka otomatis keluarga Anda akan kehilangan sumber penghasilan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Karena itu, mungkin ada baiknya bila Anda men-transfer akibat dari risiko tersebut kepada perusahaan asuransi dengan perincian sebagai berikut:
1. Ambillah Asuransi Jiwa atas nama Anda dengan istri Anda sebagai ahli warisnya. Pilihlah Asuransi Jiwa dengan UP (Uang Pertanggungan) yang besarnya cukup untuk membayar Biaya Hidup keluarga Anda sepeninggal Anda. Jadi jika Anda meninggal dunia, istri Anda dapat mengklaim uang pertanggungan tersebut, untuk lalu ia masukkan ke dalam produk investasi seperti tabungan atau deposito sehingga diharapkan bunganya dapat membiayai kebutuhan hidup keluarga Anda dalam jangka waktu yang cukup lama, seperti - misalnya - 5 atau 10 tahun. Sedangkan untuk istri Anda, bila ia mengalami kematian maka keluarga Anda mungkin tidak akan mengalami kerugian secara keuangan. Karena itu, saya rasa Anda mungkin tidak perlu mengambil Asuransi Jiwa untuknya.
2. Untuk Asuransi Kesehatan yang mengganti biaya rawat inap, biaya dokter, obat-obatan dan lain-lain mungkin tidak perlu Anda ambil karena perusahaan Anda toh sudah mengganti semua biaya tersebut (kecuali kalau Anda merasa bahwa penggantian sebesar 80% masih tidak cukup). Tetapi jika keluarga Anda tidak ikut ditanggung oleh perusahaan tempat Anda bekerja, maka mungkin ada baiknya bila Anda mengambil Asuransi Kesehatan, Asuransi Penyakit Kritis dan Asuransi Kecelakaan atas nama istri dan anak Anda untuk mengantisipasi biaya- biaya yang terjadi akibat dari adanya risiko-risiko tersebut. (ss)
Blog Loecky | Ayo Menabung (http://www.loecky.co.cc) merupakan blog yang berisi tentang informasi keuangan, panduan menabung, tabungan, investasi, renungan, yang berhubungan dengan keuangan seperti uang, emas, dinar, asuransi, bisnis, bisnis online, iklan, bisnis internet, formula bisnis, SMUO, sistem mesin uang otomatis, ayo menabung, klik saya, tipe menabung, hosting di 000webhost, perhitungan bunga harian, mulai dagang kliksaya, renungan untuk seorang anak, memperoleh penghasilan dari artikel, memilih lump sum atau pembayaran periodik, artikel, traffic blog, perencanaan keuangan, investasi, kiat investasi, produk investasi, panduan menabung, mengatur uang, rekening, bisnis, mengelola gaji, menekan biaya, bisnis internet, bisnis online, pasang iklan, trik adsense, hosting, adsense, proses hidup, investasi emas, investasi dinar, memilih asuransi, dan semua hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Bookmark blog saya atau Baca lewat email
Diposting oleh Unknown pada Minggu, Januari 04, 2009 1 Komentar